6 Hal yang Perlu Dipisahkan di Era Cashless

Hidup di era cashless memang memudahkan. Bayar apa pun cukup pakai ponsel, transfer bisa dalam hitungan detik, dan uang terasa selalu ada. Tapi justru karena semuanya serba digital, batas antara kebutuhan, keinginan, dan tujuan jangka panjang jadi makin kabur. Tanpa disadari, semua tercampur di satu rekening yang sama.

Agar keuangan tetap sehat, ada beberapa hal penting yang perlu dipisahkan sejak awal.

1. Uang Harian dan Uang Bulanan

Di era cashless, pengeluaran kecil sering terasa tidak signifikan. Padahal, kalau uang harian dan uang bulanan bercampur, sulit melihat apakah pengeluaran masih terkendali atau sudah kebablasan. Memisahkan keduanya membantu menjaga ritme belanja dan membuat sisa uang bulanan lebih jelas terlihat.

2. Kebutuhan Rutin dan Gaya Hidup

Langganan streaming, kopi harian, atau makan di luar sering terasa seperti kebutuhan. Padahal, secara finansial, pos ini berbeda dengan kebutuhan rutin seperti transportasi atau tagihan. Memisahkan keduanya membuat kita lebih sadar mana pengeluaran yang bisa dikurangi saat kondisi keuangan perlu diperketat.

3. Dana Darurat dan Dana Tujuan

Dana darurat seharusnya tidak ikut terbawa arus untuk keperluan lain. Begitu dana ini tercampur dengan tabungan tujuan, risikonya besar. Saat ada kebutuhan mendesak, rencana jangka menengah atau panjang bisa ikut berantakan.

4. Tabungan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Uang untuk liburan, gadget, atau kebutuhan dalam waktu dekat sebaiknya tidak disatukan dengan dana pendidikan anak atau rencana pensiun. Memisahkan tabungan berdasarkan horizon waktu membantu kita lebih disiplin dan realistis dalam mengambil keputusan.

5. Uang Produktif dan Uang Siap Pakai

Tidak semua uang harus diam. Sebagian bisa disimpan di instrumen yang memberi imbal hasil lebih baik, sementara sebagian lain tetap siap dipakai kapan saja. Tanpa pemisahan ini, sering kali uang produktif ikut terpakai untuk kebutuhan impulsif.

6. Tabungan dan Deposito

Di era cashless, deposito sering dianggap kaku karena dana terlihat terkunci. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, deposito bisa jadi bagian fleksibel dari strategi keuangan. Terutama jika deposito bisa dipisahkan berdasarkan tujuan dan disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas masing-masing keluarga.

Mengelola Pemisahan Ini dengan Lebih Praktis

Semua pemisahan di atas terdengar ideal, tapi sering gagal diterapkan karena ribet. Banyak orang hanya punya satu atau dua rekening, sehingga akhirnya semua tercampur lagi. Di sinilah peran bank digital jadi relevan.

Salah satu keunggulan Krom Bank adalah fleksibilitas dalam mengatur banyak tujuan keuangan sekaligus. Pengguna bisa membuat hingga 19 tabungan terpisah dan sampai 40 deposito yang masing-masing bisa diberi nama sesuai tujuan. Pendekatan ini membuat pemisahan keuangan bukan lagi sekadar niat, tapi benar-benar bisa dijalankan.

Untuk dana yang perlu fleksibel, Krom menyediakan deposito dengan bunga sekitar 6,5%-7,75% per tahun yang tetap bisa dicairkan tanpa biaya penalti, dengan bunga berjalan setara tabungan. Sementara untuk dana yang ingin ditumbuhkan lebih optimal, tersedia opsi deposito dengan bunga hingga sekitar 8,25% per tahun. Semua bisa disesuaikan dengan jangka waktu dan kebutuhan masing-masing.

Krom Bank berizin dan diawasi OJK serta BI dan merupakan peserta penjaminan LPS, sehingga menawarkan rasa aman dalam pengelolaan dana digital.

Di era cashless, tantangan bukan lagi soal cara membayar, tapi cara mengatur. Dengan pemisahan yang tepat dan sistem yang mendukung, uang tidak hanya lebih tertib, tapi juga bekerja lebih efektif untuk tujuan hidup yang berbeda-beda.